Foto: KBS

Descendants of the Sun Episode 1 (Bagian 7), Saat Benih Cinta Mulai Tumbuh

iyaa.com - Yoo Shi Jin mengikuti Kang Mo Yeon ke ruangan CCTV. Tetapi, rekamannya harus disiapkan dulu sehingga Yoo Shi Jin dan Kang Mo Yeong harus menunggu.

Awalnya mereka hanya diam saja, tetapi Kang Mo Yeon membuka pembicaraan, "Bagaimana kau bisa kenal Myeong Joo?"

"Kamu masuk Akademi Militer yang sama. Apa kau perlu mengeceknya meski telah mengetahui identitasku? Memangnya aku kelihatan seperti pembohong?" tanya Yoo Shi Jin, penasaran.

"Pembunuh itu biasanya ramah," jawab Kang Mo Yeon. Yoo Shi Jin terdiam cukup lama dan membenarkan jawaban Kang Mo Yeon.




Kang Mo Yeon takut kalau Yoo Shi Jin serius, tetapi Yoo Shi Jin tertawa dan berkata, "Jangan cemas. Aku selalu melindungi wanita cantik, orang tua, dan anak-anak. Itu prinsip hidupku."

"Untunglah. Aku berada dalam kategori itu," balas Kang Mo Yeong.

"Tidak, tuh," kata Yoo Shi Jin.

"Maksudku orang tua," jawab Kang Mo Yeon kesal. Sempat terdiam, Kang Mo Yeon kembali membuka pertanyaan, "Big Boss, siapa namamu?"


"Siapa namamu?" / "Namaku Yoo Shi Jin"


"Namaku Yoo Shi Jin. Siapa namamu?" Yoo Shi Jin balik bertanya.

"Namaku Kang Mo Yeon," jawab Kang Mo Yeon. Meskipun demikian, saat Yoo Shi Jin meminta berjabat tangan, Kang Mo Yeon menolaknya dan mereka belum bisa akrab sampai tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

Di ruang perawatan, Perawat Ha membutuhkan wali Kim Gi Bum. Kim Ki Bum yang sedang menahan sakit dengan sedih mengatakan, "Aku tidak punya wali." Seo Dae Young lalu maju dan mengatakan bahwa ia walinya. Kim Ki Bum pun merasa tersentuh dengan perlakukan Seo Dae Young padanya.

Di ruang CCTV, Kang Mo Yeon bersemangat melihat aksi Yoo Shi Jin yang memukuli para preman. Kang Mo Yeon pun meminta maaf pada Yoo Shi Jin. Yoo Shi Jin lalu meminta imbalan minta maaf dengan pengobatan di perutnya. Saat Yoo Shi Jin menunjuk bagian perutnya yang sakit, Kang Mo Yeon menyenggolnya dan membuat Yoo Shi Jin kesakitan. Saat diperlihatkan lukanya, Kang Mo Yeon terkejut karena Yoo Shi Jin tidak berbohong dan lukanya mengeluarkan darah.


"Di sini?"


Kang Mo Yeon akhirnya menjahit ulang luka Yoo Shi Jin dan bertanya bagaimana ia mendapatkan luka tersebut. Yoo Shi Jin menjawab asal-asalan dengan mengatakan ia terluka karena menggali dengan unitnya.

"Unit yang aneh. Kalian menggali dan tertembak," kata Kang Mo Yeon. Wajah Yoo Shi Jin sedikit kaget dan menampakkan keingintahuan kenapa Kang Mo Yeon bisa tahu dia pernah tertembak. "Ini bekas luka tembak," tunjuk Kang Mo Yeon. Kang Mo Yeon menjelaskan bahwa ia pernah melikat luka seperti itu saat menjadi relawan di Afrika.



Yoo Shi Jin bercerita asal-asalan kenapa dia terkenal luka tembak dan dibalas dengan candaan Kang Mo Yeon. Mereka sempat saling menatap dan Kang Mo Yeon memecahkan suasana dengan mengatakan perawatannya telah selesai dan meminta Yoo Shi Jin mengganti jahitannya di klinik barak tentara.

Yoo Shi Jin tidak mau dan ingin Kang Mo Yeon sebagai dokternya yang melakukan sterilisasi dan mengganti jahitannya. Ia pun mulai merayu dan mengatakan Kang Mo Yeon adalah dokter yang cantik. Kang Mo Yeon tidak menolak rayuan Yoo Shi Jin dan mengatakan, "Kau pilih dokter dari penampilannya, pilihanmu tidak salah. Akan aku atur jadwal untuk pukul dua siang."

Yoo Shi Jin mendekatkan wajahnya dan berkata, "Dokter tidak punya kekasih. Mereka terlalu sibuk."


"Mereka terlalu sibuk." / "Mereka kerja terlalu giat."


"Tentara tidak memiliki kekasih. Mereka kerja terlalu giat," balas Kang Mo Yeong sambil menatap lekat ke arah Yoo Shi Jin.

"Lalu siapa yang bisa menjawabnya?" tanya Yoo Shi Jin. Cukup lama mereka saling menatap di ruang pengobatan dan benih-benih cinta di antara mereka pun dimulai.